assignment: Akuntansi Biaya Overhead Pabrik

MAKALAH
AKUNTANSI BIAYA OVERHEAD PABRIK




Disusun:
Lita Pradyta                         (15809134004)
Bagas Robi Hutomo              (15809134020)
Tri Chiss Widayatmi             (15809134030)


PROGRAM STUDI D3 AKUNTANSI
JURUSAN PENDIDIKAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
TAHUN 2016
A.   Definisi Biaya Overhead Pabrik
Bahan baku langsung akan menjadi komponen utama produk dan dapat diukur dalam hubungannya dengan jumlah yang diproduksi. Tenaga kerja langsung dibebankan secara langsung pada produk dan perubahannya dapat diukur dalam hubungannya dengan jumlah yang diproduksi. Oleh karena itu biaya per unit dari bahan baku dan tenaga kerja langsung dalam kapasitas tertentu adalah tetap, dengan asumsi bahwa tidak ada perubahan atau tarif upah serta pengawasan yang efektif tetap terlaksana. . Dengan demikian Biaya Overhead Pabrik (BOP) adalah seluruh biaya produksi yang tidak dapat diklasifikasikan sebagai biaya bahan baku langsung atau biaya tenaga kerja langsung. Biaya Overhead pabrik juga dapat didefinisikan sebagai seluruh biaya produksi yang tidak dapat dilacak atautidak perlu dilacak ke unit produksi secara individual. Pembedaan antara bahan baku langsung dengan bahan baku tidak langsung serta antara tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung sering sukar dilakukan. Di suatu pabrik ada bahan baku dan tenaga kerja yang dapat diklasifikasikan baik sebagai biaya langsung maupun tidak langsung. Pada keadaan ini diperlukan metode klasifikasi yang tepat untuk menentukannya.

B.   Klasifikasi Biaya Overhead Pabrik
1.     Biaya overhead pabrik sesungguhnya
Bila suatu biaya overhead terjadi maka harus dilakukan pencatatan. Jurnal atas dikeluarkannya biaya overhead pabrik tersebut anatar lain sebagai berikut:
     Biaya overhead (sesungguhnya)                           xxx
              Persediaan bahan baku                               xxx
              Persediaan supplies                                    xxx
              Biaya penyusutan aktiva                                     xxx
              Macam-macam biaya                                  xxx
Pada pencatatan buku besar pembantu lebih dimaksudkan sebagai pengawasan dan pertanggungjawabkan serta untuk mendukung penyediaan data untuk biaya overhead pabrik sesungguhnya. Buku besar pembantu bisa dibuat untuk setiap operasi yang menunnjukan jenis biaya overhead.
2.     Biaya overhead pabrik dibebankan
Setelah biaya overhead sesungguhnya dicatat dalam buku besar pembantu dan dicatat di rekening buku besar maka harus dibuat pencatatan untuk mencatat biaya overhead pabrik yang dibebankan ke produk. Jurnal yang dibuat adalah:
     Barang dalam proses                                  xxx
              Biaya overhead (dibebankan)                     xxx
Pada pencatatan yang dilakukan, biaya overhead (dibebankan) ditransfer ke rekening barang dalam proses. Pentransferan ini dilakukan untuk membebankan besarnya biaya overhead pabrik pada proses produksi suatu produk. Pencatatan biaya overhead pabrik sesungguhnya dan biaya overhead pabrik dibebankan dapat dilakukan dengan membuat satu rekening saja yaitu rekening biaya overhead pabrik atau biasa dilakukan juga dengan membuat dua rekening.

C.   Penentuan Jumlah Biaya Overhead Pabrik Yang Dibebankan
Jumlah overhead pabrik yang dibebankan diperoleh dari perkalian suatu tarif dengan suatu ukuran aktivitas pabrik. Penentuan besarnya tarif dan dasar ukuran aktivitas dilakukan dengan analisa yang setepat mungkin. Tarif biaya overhead dapat didasarkan pada estimasi biaya yang akan terjadi dan dapat pula atas dasar biaya yang sudah terjadi. Tarif yang didasarkan pada estimasi disebut “tarif ditrntukan dimuka”. Sedangkan tarif yang didasarkan pada biaya sesungguhnya /sudah terjadi disebut “tarif sesungguhnya”. Penentuan jumlah overhead pabrik yang dibebankan dilakukan dengan langkah sebagai berikut:
1.     Pendistribusian biaya overhead ke departemen-departemen
Biaya overead pabrik harus didistribusikan ke departemen-departemen setepat mungkin. Dalam beberapa hal seperti upah, supplies kantor, dan biaya penyusutan suatu departemen akan dapat ditentukan biaya overhead yang akurat karena biaya-biaya tersebut dapat dilacak secara langsung di suatu departemen tertentu.
2.     Pengalokasian (distribusi) dari departemen jasa ke departemen produksi
Pengalokasian biaya departemen jasa ke departemen produksi adalah untuk memberikan fasitilitas atau mendukung pada departemen produksi untuk melaksanakan produksi. Jadi pada dasarnya biaya yang terjadi pada departemen jasa adalah biaya departemen produksi juga.
3.     Membagi biaya overhead ke departemen-departemen produksi atas dasar ukuran aktivitas yang setepat mungkin.
langkah terakhir dalah membagi seluruh biaya overhead ke setiap departemen produksi termasuk biaya dari departemen jasa dengan ukuran aktivitas yang tepat untuk setiap departemen. Ada dua macam ukuran umum yang digunakan yaitu jam mesin dan jam kerja tenaga kerja langsung.




D.   Tarif Sesungguhnya dan Tarif Ditentukan Dimuka
Tarif sesungguhnya umumnya dihitun secara bulanan atau tahunan. Tarif yang ditentukan dimuka umumnya dibuat untuk satu tahun dimuka yang didasarkan pada perkiraan aktivitas dan perkiraan biaya. Pertama adalah menentukan taksiran aktivitas untuk tahun yang bersangkutan dan kedua menentukan taksiran biaya overhead berdasar tingkat taksiran aktivitas terseebut. Taksiran aktivitas dimaksud adalah suatu taksiran/perkiraan terhadap jam kerja langsung, jam mesin, biaya tenaga kerja langsung dan lain-lain untuk tahun dimuka (yang akan datang). Masalah yang timbul dalam penggunaan  tarif sesungguhnya adalah bahwa pembebanan biaya overhead ditunda sampai tarif sesungguhnya ditentukan. Walaupun tarif sesungguhnya dapat ditentukan per bulan hingga dapat sedikit mengurangi kelemahan tarif sesungguhnya namun hampir seluruh pabrik lebih menyukai penggunaan tarif yang ditentukan dimuka.

E.   Tarif BOP Tetap dan Tarif BOP Variabel
Biaya overhead variabel adalah biaya overhead yang besarnya berubah porposiobal dengan besarnya ukuran aktivitas/volume kegiatan tertentu (produksi). Biaya overhead tetap adalah biaya overhead yang besarnya tetap dalam kisaran ukuran aktivitas/volume kegiatan tertentu. Sedangkan biaya overhead semi variabel adalah biaya overhead yang tidak seluruhnya variabel dan tidak seluruhnya tetap dalam hubungannya dengan aktivitas/volume tertentu.
Bila total biaya overhead variabel dan biaya overhead tetap dibagi dengan dasar ukuran aktifitas/volume dihasilkan tarif BOP tetap dan tarif BOP variabel.

Dengan demikian tarif BOP disajikan sebagai berikut:
 = +

Ukuran aktifitas (disebut juga kapasitas sebagai dsar pembagi) biaya overhead dapat menggunakan salah satu yang dikemukakan berikut ini :
1.     Kapasitas teoritis/kapasitas ideal
Yakni ukuran aktivitas/kapasitas yang maksimal atau 100% yang seharusnya dicapai perusahaan.
2.     Kapasitas praktis/kapasitas realistis
Yakni ukuran aktifitas/kapasitas ideal dikurangi dengan hambatan atau gangguan yang berasal dari luar (eksternal) perusahaan seperti presesi, kebijakan pemerintah, dan lain-lain.
3.     Kapasitas normal/kapasitas jangka panjang
Yakni ukuran aktifitas/kapasitas yang praktis dikurangi dengan hambatan yang berasal dari dalam perusahaan.
4.     Kapasitas yang diharapkan/kapasitas jangka pendek
Yakni ukuran kapasitas yang digunakan dalam periode akuntansi yang akan datang.
Dari keempat ukuran aktifitas/kapasitas tersebut yang umum digunakan adalah kapassitas normal dan kapasitas yang diharapkan. Dasar ukuran aktivitas dapat dinyatakan dalam bentuk:
a.     Unit yang diproduksi
b.     Biaya bahan baku
c.      Biaya tenaga kerja langsung
d.     Jam kerja langsung
e.      Jam mesin

F.    Biaya Overhead Yang Kurang Atau Lebih
Suatu konsekuansi logis dari penggunaan tarif yang ditentukan dimuka adalah kemungkinan adanya biaya overhead yang kurang atau lebih dibebankan. Hampir dapat dipastikan bahwa antara taksiran dan sesungguhnya akan berbeda, sehingga akan selalu ada perbedaan antara biaya overhead yang sesungguhnya dengan biaya overhead yang digunakan apabila tarif yang ditentukan dimuka digunakan dalam suatu pabrik.
Contoh (1) adalah biaya overhead yang lebih dibebankan sebesar Rp450.000,00 – Rp405.000,00 = Rp45.000,00
Contoh (2) adalah biaya overhead yang kurang dibebankan sebesar Rp455.000,00 – Rp425.000,00 = Rp30.000,00

G.  Perlakuan Terhadap Biaya Overhead Yang Kurang Atau Lebih Dibebankan
Pada akhir tahun buku, perbedaan antara biaya overhead sesungguhnya dengan yang dibebankan umumnya diberlakukan sebagai laba-rugi atau dengan membaginya ke rekening persediaan dan rekening harga pokok barang yang dijual.
1.     Untuk kelebihan dibebankan
Biaya overhead dibebankan              450.000,00
          Biaya overhead sesungguhnya                   405.000,00
          Biaya overhead yang lebih dibebankan        45.000,00
 


Biaya overhead yang lebih dibebankan      45.000,00
          Rugi-laba                                                    45.000,00



2.     Untuk yang kurang dibebankan
Biaya overhead dibebankan              425.000,00
Biaya overhead kurang dibebankan    30.000,00
          Biaya overhead sesungguhnya                   455.000,00
 


Rugi-laba                                          30.000,00
          Biaya overhead kurang dibebankan             30.000,00

Perlakuan atas selisih biaya overhead tersebut dapat pula diselesaikan melalui rekening “Harga Pokok Penjualan” dan “Persediaan”. Biaya overhead yang lebih dibebankan akan menambah laba sedangkan biaya overhead yang kurang dibebankan akan menambah rugi.

H.  Cara Alokasi Biaya Overhead Pabrik
1.     Metode langsung
Dalam metode ini biaya suatu departemen jasa langsung dibebankan ke departemen produksi. Dasar alokasi/pembebanan terantung kepada kebijaksanaan atau keputusan manajemen.
2.     Metode alokasi bertahap
Konsep metode iniberanggapan bahwa biaya suatu departemen jasa dialokasikan pada departemen lain melalui tahapan-tahapan. Deparemen yang sudah dialokasikan tidak akan dapat alokasi lagi dari departemen jasa yang lain. Tahapan pertama biasanya adalah alokasi dari departemen jasa yang paling besar biaya overhead pabriknya. Tahap selanjutnya alokasi biaya departemen jasa yang lebih kecil dan seterusnya. Tahap terakhir adalah menghitung tarif BOP departemen produksi yakni dengan membagi total biaya overhead setelah alokasi dari departemen jasa dengan dasar perhitungan yang telah ditentukan.
3.     Metode aljabar
Alokasi biaya overhead menurut metode ini yakni alokasi yang mendasarkan pada prinsip penggunaan fasilitas departemen jasa. Departemen jasa yang menggunakan fasilitas departemen jasa yang lain walaupun biaya overheadnya telah dialokasikan akan mendapat alokasi dari departemen pembantu yang lain tersebut.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

assignment: English Practical ( The Impact of Social Media )

Ujian Akhir Semester (Pengauditan)