SOAL UJIAN
Prodi/Jurusan : D3 Akuntansi / Pendidikan
Akuntansi
Mata Kuliah : Analisis Laporan Keuangan
Kode Mata Kuliah : AKT5306
SKS :
3 SKS
Semester : 4
Dosen :
Wahyu Astri Kurnisari, M.Acc., Ak.
Sifat Ujian :
Take Home
Batas Pengumpulan : 16 Juni 2017
Jumlah Peserta : 48
Buatlah analisis laporan keuangan dengan menggunakan
data laporan keuangan selama 3 tahun terakhir (download di idx.co.id atau
website perusahaan). Berikut analisis yang harus dibuat:
- Analisis Komparatif
- Analisis Tren Angka Indeks
- Analisis Rasio
a. Likuiditas : current ratio, acid-test ratio
b. Profitabilitas : ROA, ROE
c. Solvabilitas : total debt to equity, long term debt to equity, dan times interest earned
- Analisis Common-Size
Interpretasikan hasil analisis tersebut lalu tariklah
kesimpulan yang berguna bagi keputusan investor!
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
“PT ADHI KARYA (Persero)
Tbk”
Mata
Kuliah : Analisis Laporan Keuangan
Dosen
Pengampu : Wahyu Astri Kurnisari, M.Acc., Ak
Disusun oleh:
Lita Pradyta (15809134004)
PROGRAM
STUDI D3 AKUNTANSI
JURUSAN
PENDIDIKAN AKUNTANSI
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
NEGERI YOGYAKARTA
2017
BAB 1
PROFIL PERUSAHAAN
Architecten-Ingenicure-en
Annemersbedrijf Associatie Selle en de Bruyn, Reyerse en de Vries N.V.
(Assosiate N.V.) merupakan Perusahaan milik Belanda yang menjadi cikal bakal pendirian
ADHI hingga akhirnya dinasionalisasikan dan kemudian ditetapkan sebagai PN Adhi
Karya pada tanggal 11 Maret 1960. Nasionalisasi ini menjadi pemacu
pembangunan infrastruktur di Indonesia. Berdasarkan pengesahan Menteri
Kehakiman Republik Indonesia, pada tanggal 1 Juni 1974, ADHI berubah status
menjadi Perseroan Terbatas. Hingga pada tahun 2004 ADHI telah menjadi
perusahaan konstruksi pertama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Status
Perseroan ADHI sebagai Perseroan Terbatas mendorong ADHI untuk terus memberikan
yang terbaik bagi setiap pemangku kepentingan pada masa perkembangan ADHI
maupun industri konstruksi di Indonesia yang semakin melaju.
Pertumbuhan yang bernilai
dan berkesinambungan dalam Perseroan menjadi salah satu aspek penting yang
senantiasa dikelola ADHI untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat luas. ADHI melakukan program ekspansi
strategis yang mengarah pada pengembangan usahanya dari sebuah bisnis konstruksi
menjadi lima lini bisnis yang mencakup Jasa Konstruksi, Energi, Properti,
Industri, dan Investasi. ADHI telah mampu
menunjukkan kemampuannya sebagai perusahaan konstruksi terkemuka di Asia
Tenggara melalui daya saing dan pengalaman yang dibuktikan pada keberhasilan
proyek konstruksi yang sudah dijalankan. Keberhasilan usaha yang sudah diraih
ADHI bukan berarti tanpa dukungan dan peran serta masyarakat, untuk itu ADHI
berperan aktif dalam mengembangkan program CSR serta Program Kemitraan &
Bina Lingkungan Perseroan.
PT Adhi Karya Persero Tbk menyadari bahwa sebagai perusahaan publik,
tuntutan utama publik adalah dilaksanakannya Good Corporate Governance (GCG)
untuk memastikan bahwa perusahaan dijalankan sebagaimana mestinya. Pelaksanaan
GCG dapat diartikan sebagai komitmen perusahaan untuk mengikuti aturan main
serta menjalankan bisnis secara sehat dan dan beretika dengan berpedoman kepada
prinsip-prinsip tranparency, accountability, responsibility, independence, dan
fairness.
Strategi pemasaran yang
dilakukan oleh PT Adhi Karya dengan cara pengembangan pasar ke new market ini
dijalankan dengan memperluas area geografis baru, menambah segmen baru,
mengubah dari bukan pemakai menjadi pemakai, menarik pelanggan pesain. Strategi
yang digunakan meliputi:
1.
Elemen
pencetak harus selalu melalui pengujian laboratorium di pabrik untuk
mendapatkan struktur yang memenuhi persyaratan, baik dari segi kekuatan maupun
dari segi efisiensi.
2.
Sertifikasi
untuk mendapatkan pengakuan Internasional. Apabila hasil produksi dari elemen
percetakan memenuhi standarisasi yang telah ditetapkan, maka dapat diajukan
untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9002 yang diakui secara Internasional.
3.
Secara
garis besar mengurangi biaya karena pengurangan pemakaian alat-alat penunjang,
seperti: scaffolding dan lain-lain.
Adapun
susunan manajemen dan kepemilikan saham PT Adhi Karya sebagai berikut:
a.
Susunan
komisaris
Komisaris utama : Ir
Hendrianto Notosoegondo
Komisaris : Ir
Rubini Yusuf, MSc
Komisaris : Ir
Harry Susetyo Nugroho
Komisaris :
Murhadi, S Sos
Komisaris :
Klemi Subiyanto
b.
Komite
audit
Ketua : Klemi Subiyanto
Anggota :
Hertanto
Anggota :
Siti Umi Nurbaidah
c.
Susunan
direksi
Direksi utama : Ir M Saiful Imam
Direksi keuangan : Ir
Indradjaja Manopol
Direksi investasi : Ir
Supardi, MM
Direktur Operasional I: Ir Kiswodarmawan
Direktur operasional II: Ir M Fauzan, MM
Direktur luar negeri :
Ir Bambang Subekti, MM
d.
Susunan
pemegang saham
a.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
ANALISIS
KOMPARATIF
Penelitian komparatif adalah penelitian yang bersifat membandingkan.
Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan dua atau
lebih fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang di teliti berdasarkan kerangka
pemikiran tertentu. Pada penelitian ini variabelnya masih mandiri tetapi untuk
sampel yang lebih dari satu atau dalam waktu yang berbeda. Menurut Nazir (2005:
58) penelitian komparatif adalah sejenis penelitian deskriptif yang ingin
mencari jawaban secara mendasar tentang sebab-akibat, dengan menganalisis
faktor-faktor penyebab terjadinya ataupun munculnya suatu fenomena tertentu. Jadi
peneitian komparatif adalah jenis penelitian yang digunakan untuk membandingkan
antara dua kelompok atau lebih dari suatu variabel tertentu. Tujuan analisisi komparatif
yaitu:
a)
Untuk membandingkan persamaan dan perbedaan
dua atau lebih fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang di teliti berdasarkan
kerangka pemikiran tertentu.
b)
Untuk membuat generalisasi tingkat
perbandingan berdasarkan cara pandang atau kerangka berpikir tentu.
c)
Untuk bisa menentukan mana yang lebih baik
atau mana yang sebaiknya dipilih.
d)
Untuk menyelidiki kemungkinan hubungan
sebab-akibat dengan cara berdasar atas pengamatan terhadap akibat yang ada dan
mencari kembali faktor yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu.
Berikut penyajian PT
Adhi Karya Persero Tbk dan anak perusahaan dalam analisis komparatif pada
Laporan laba rugi dan Laporan posisi keuangan:
INTERPRETASI ANALISIS
KOMPARATIF PADA LAPORAN LABA RUGI:
Analisis
perbandingan atau analisis komparatif pada PT Adhi Karya Persero Tbk tahun
pebandingan 2013, 2014, dan 2015 mengalami laba, tetapi laba yang dihasilkan
dari tiga tahun tersebut mengalami kenaikan dan penurunan laba atau dapat
disebut juga fluktuatif. Laba bersih pada tahun 2013 mengalami penurunan pada
tahun 2014 sebesar Rp76,777,407,037.00. Sedangkan pada tahun 2015, laba bersih yang
dihasilkan kembali mengalami kenaikan sebesar Rp133,365,041,589.00. Pencapaian
terbaik dari laba bersih yang dihasilkan PT Adhi Karya Persero Tbk pada tahun
2013, 2014, dan 2015 yaitu pada tahun 2015 sebesar Rp465,025,548,006.00 . Pada tahun 2015, PT Adhi Karya mencatat
pendapatan sebesar Rp9,389,570,098,578.00 yang mana mengalami
kenaikan dari tahun sebelumnya yaitu tahun 2014, tetapi mengalami penurunan
jika dibandingkan dengan pendapatan pada tahun 2013 sebesar Rp9,799,598,396,362.00 . Sedangkan untuk
beban pokok pendapatan terbesar dari
tiga tahun tersebut adalah pada tahun 2013 sebesar Rp8,606,443,802,782.00 sehingga
walaupun pendapatan pada tahun 2013 tercatat paling besar, beban yang ada pada
tahun tersebut juga besar. Sehingga berdampak pada laba tahunan perusahaan
tersebut.
INTERPRETASI ANALISIS
KOMPARATIF PADA LAPORAN POSISI KEUANGAN:
Interpretasi
analisis komparatif pada laporan posisi keuangan PT Adhi Karya, yaitu pada aset
lancar tahun 2013 tercatat sebesar Rp9,099,466,807,009.00 yang merupakan total
aset lancar paling kecil yang tercatat pada perolehan tiga tahun berturut-turut
yaitu tahun 2013, 2014, dan 2015. Persediaan yang ada pada tahun 2013 sebesar Rp161,559,750,775.00
yang mengalami penurunan pada tahun berikutnya dan mengalami peningkatan
persediaan lagi pada tahun 2015 tercatat sebesar Rp162,650,778,629.00 . Pada aset tidak
lancar, hal yang sama juga terjadi. Perolehan aset tidak lancar pada tahun 2013
tercatat paling sedikit dan mengalami kenaikan berturut-turut pada tahun 2015
yang tercatat sebesar Rp2,069,911,017,438.00 . Sehingga total aset
yang dihasilkan berdampak terus mengalami kenaikan pada tiga tahun
berturut-turut yaitu tahun 2013, 2014, dan 2015.
Total kewajiban jangka
pendek mengalami kenaikan secara berturut-turut dari tahun 2013 ke 2014 sebesar
33,72%, sedangkan dari tahun 2014 ke tahun 2015 sebesar 7,63%. Utang usaha
paling banyak tercatat pada tahun 2015 sebesar Rp6,475,349,377,274.00 . Untuk kewajiban jangka
panjang, selama tiga tahun berturut-turut juga mengalami kenaikan, sehingga
berpengaruh pada total kewajiban yang tercatat paling besar pada tahun 2015
sebesar Rp11,598,931,718,043.00
. Posisi total ekuitas
meningkat sangat signifikan pada tahun 2014 ke tahun 2015 yang tercatat sebesar
Rp5,162,131,796,836.00
pada tahun 2015.
Kenaikan yang terjadi pada tiga tahun berturut-turut tersebut menyebabkan
terjadi kenaikan pula pada total kewajiban dan ekuitas secara signifikan yang
tercatat sebesar Rp16,761,063,514,879.00 pada tahun 2015 yang
merupakan total ekuitas dan kewajiban paling besar diantara tahun 2013 dan
tahun 2014.
2. ANALISIS TREND ANGKA INDEKS
Analisis
trend bertujuan untuk mengetahui tendensi atau kecenderungan keadaan keuangan
suatu perusahaan dimasa yang akan datang baik kecenderungan akan naik,turun
maupun tetap. Teknik analisis ini biasanya digunakan untuk menganalisis laporan
keuangan yang meliputi minimal 3 periode atau lebih. Analisis ini dimaksudkan
untuk mengetahui perkembangan perusahaan melalui rentang perjalanan waktu yang
sudah lalu dan memproyeksi situasi masa itu ke masa berikutnya. Berdasarkan
data historis itu dicoba melihat kecenderungan yang mungkin akan muncul dimasa
yang akan datang menggunakan metode angka indeks.
Menurut
Sunyoto (2011), besar kecilnya perubahan tergantung dari faktor-faktor yang
mempengaruhinya dan rangkaian waktu (time series) dari variabel tertentu, sehingga
dapat didefinisikan bahwa Analisis Trend adalah suatu analisis yang
menggambarkan atau menunjukkan perubahan rata-rata suatu variabel tertentu dari
waktu ke waktu. Perubahan rata-rata sautu variabel yang mengalami kecenderungan
penurunan nilai disebut trend negatif. Perubahan rata-rata sautu variabel yang
mengalami peningkatan nilai disebut trend posistif. Manfaat
analisis trend adalah untuk memproyeksikan nilai suatu variabel pada saat
tertentu. Untuk mengukur proyeksi suatu nilai variabel dengan menggunakan
analisis trend ada beberapa cara yaitu :
a.
Trend Linier (trend garis lurus), ada tiga
metode yaitu metode tangan bebas, metode setengah rata-rata dan metode kuadrat
terkecil
b.
Trend Non Linier (trend garis lengkung),
ada dua trend yaitu trend parabola dan trend eksponential dan logaritma.
Berikut penyajian PT
Adhi Karya Persero Tbk dan anak perusahaan dalam analisis trend angka indeks
pada Laporan laba rugi, Laporan posisi keuangan, dan Laporan arus kas:
INTERPRETASI ANALISIS
TREND ANGKA INDEKS PADA LAPORAN LABA RUGI :
Trend
laba kotor dari tahun ke tahun mengalami penurunan dari tahun 2013 hingga tahun
2015 sebesar Rp1,193,154,593,580.00 pada tahun 2013 dan pada tahun 2015 sebesar Rp974,644,320,497.00 . Penurunan tersebut terjadi karena beban pokok pendapatan yang besar pada
tiga tahun berturut-turut. Laba bersih yang dihasilkan tahunan juga mengalami
kenaikan yang signifikan walaupun pengurangan dari beban pajak penghasilan yang
cukup besar untuk mengurangi laba. Dicatat laba bersih tahunan pada tahun 2015
sebesar Rp465,025,548,005.00
mengalami kenaikan yang
tercatat pada tahun 2014 sebesar Rp331,660,506,417.00 . Laba bersih per saham
hanya dapat dihasilkan tahun 2013 sebesar Rp225.38 per saham dasar, tahun 2014 Rp182.69 per saham dasar, dan tahun 2015 Rp202.83 per saham dasar.
INTERPRETASI ANALISIS
TREND ANGKA INDEKS PADA LAPORAN POSISI KEUANGAN :
Interpretasi
trend angka indeks pada aset lancar mengalami kenaikan pada tahun 2014 sebesar 100.73% menjadi 161.45% pada tahun 2015.
Perubahan kenaikan ini sangat signifikan dari tiga tahun berturut-turut dari
tahun 2013 hingga 2015. Kenaikan yang sangat signifikan juga terjadi pada aset
tidak lancar yang tercatat pada tahun 2015 menjadi 333.05%. Untuk liabilitas
jangka pendak dan jangka panjang juga mengalami kenaiakan begitu pula dengan
ekuitas pada tiga tahun berturut-turut.
INTERPRETASI ANALISIS
TREND ANGKA INDEKS PADA LAPORAN ARUS KAS:
Trend
aktivitas investasi mengalami penurunan pada tahun 2013 ke tahun 2014 menjadi -174.04% dan mengalami kenaikan
pada tahun 2015 sebesar 42.89%. Aktivitas investasi
mengalami penurunan pada tahun 2014 diakibatkan adanya penerimaan-penerimaan
yang semakin menurun dan banyaknya pembayaran yang dibebankan. Total kas dan
setara kas pada tahun 2013 sebesar Rp1,939,959,892,639.00 mengalami penurunan
pada tahun 2014 sebesar
Rp811,411,723,393.00 , tetapi pada tahun 2015 mengalami kenaikan yang
signifikan tercatat sebesar Rp4,317,347,903,384.00 .
3. ANALISIS COMMON SIZE
Analisis Common Size adalah analisis yang disusun
dengan menghitung tiap-tiap rekening dalam laporan laba-rugi dan neraca menjadi
proporsi dari total penjualan (untuk laporan laba-rugi) atau dari total aktiva
(untuk neraca). Laporan keuangan dalam persentase
per-komponen (Common-size statement) menyatakan masing-masing posnya
dalam satuan persen atas dasar total kelompoknya, cara penyusunan laporan
keuangan ini disebut teknik analisis common-size dan termasuk metode analisis
vertikal.
Suatu
neraca yang disusun dalam persentase per-komponen (Common-size statement)
dapat memberikan informasi sebagai berikut:
1. Komposisi investasi
(aktiva) suatu perusahaan dapat memberikan gambaran tentang posisi
relatif aktiva lancar terhadap aktiva tak lancar.
2. Struktur modal (komposisi
pasiva), yang dapat memberikan gambaran mengenai posisi relatif
utang perusahaan terhadap modal sendiri.
Informasi hasil analisis bermanfaat untuk menilai tepat
tidaknya kebijakan (operasi, investasi, dan pendanaa) yang diambil oleh
perusahaan di masa lalu, serta kemungkinan pengaruhnya terhadap posisi dan
kinerja keuangan perusahaan di masa yang akan datang.
Berikut penyajian PT
Adhi Karya Persero Tbk dan anak perusahaan dalam analisis Common Size pada
Laporan laba rugi, Laporan posisi keuangan, dan Laporan arus kas:
INTERPRETASI ANALISIS
COMMON SIZE PADA LAPORAN LABA RUGI:
Interpretasi
analisis common size pada laporan laba rugi PT Adhi Karya ini mengalami
perubahan secara fluktuatif. Dapat dilihat laba komperhensif tahun
berjalan 2013, 2014, dan 2015
berturut-turut sebesar 4,18% , 3,52% , 213,22% . Hasil tersebut menunjukan
bahwa adanya penurunan pada tahun 2014 dan terjadi kenaikan lagi pada tahun
2015. Penurunan yang terjadi disebabkan karena beban-beban yang mengalami
peningkatan pada tahun 2014 dan peningkatan yang terjadi pada tahun 2015
disebabkan karena peningkatan beban usaha.
INTERPRETASI ANALISIS
COMMON SIZE PADA LAPORAN POSISI KEUANGAN:
Analisis
common size pada laporan posiis keuangan PT Adhi Karya menunjukan aset lancar
yang diinvestasikan dari tahun 2013 sampai tahun 2015 berturut-turut sebesar 93.61%, 87.64%, 87.65%. Total presentase tersebut dicacata sebagai kenaikan yang ada pada tahun
2013 sampa dengan tahun 2015. Selanjutnya untuk aset tidak lancar, mengalami
penurunan yang signifikan pada tiga tahun berturut-turut. Untuk total
liabilitas dan ekutas mengalami kenaikan yang signifikan pada tiga tahun
berturut-turut.
INTERPRETASI ANALISIS
COMMON SIZE PADA LAPORAN ARUS KAS:
Analisis common size pada laporan arus kas PT Adhi Karya mengalami
fluktuasi. Pada tahun 2013 arus kas aktivitas operasi tercatat sebesar Rp562,062,507,571.00 dan pada tahun 2014 arus kas operasi mengalami penurunan yang tercatat
sebesar minus Rp978,231,044,800.00. sedangkan untuk tahun berikutnya, yaitu tahun 2015 mengalami kenaikan
menjadi sebesar Rp241,052,341,639.00
. penurunan tersebut disebabkan karena beban-beban yang mempengaruhi arus
kas operasi tersebut. Untuk arus investasi, penjualan aset tetap mengalami
penurunan dari tahun ke tahun sebesar -4.06% untuk tahun 2013, -0.26% untuk yahun 2014, dan -0.12% untuk tahun 2015.
Sedangkan pada arus kas aktivitas pendanaan, penerimaan pinjaman dari tahun
2013 hingga tahun 2015 terus meningkat, tetapi total kas aktivitas pendanaan
pada tahun 2014 mengalami penurunan yang diakibatkan oleh besarnya
pembayaran-pembayaran yang dilakukan pada tahun tersebut. Seperti pembayaran
deviden dan pembayaran pinjaman bank.
4. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Analisis rasio adalah
analisis laporan keuangan yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang
keadaan keuangan perusahaan pada suatu periode dengan cara menghubungkan antara
jumlah akun satu dengan jumlah akun yang lain.
A. Rasio likuiditas
Raiso ini digunakan
untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya
denga melihat aset lancar perusahaan relative terhadap utangg lancarnya.
Perusahaan dikatakan likuid jika aset lancar > utang lancar.
CURRENT RATIO
Current ratio mengukur kemampuan perusahaan
dalam memenuhi kewajiban jengka pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang
dimiliki.
Current ratio =
X 100%
Tahun 2013 = 139,10
Tahun 2014 = 130,19
Tahun 2015 = 156,05
Interpretasi:
Analisis rasio lancar PT Adhi Karya Persero Tbk
tahun 2015 menunjukan angka yang paling tinggi dari 3 periode pelaporan yang
disajikan. Hal ini berarti perusahan mampu mengelola dan memanajemen aset
lancar tahun 2015 lebih baik dari pada tahun 2013 dan tahun 2014. Pada tahun
2015 PT Adhi Karya Persero Tbk menandakan bahwa kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajiban jangka pendeknya lebih besar dari pada tahun sesudahnya yang
menunjukan likuiditas yang tinggi. Tetapi rasio lancar yan tinggi juga
menunjukan adanya kelebihan aset lancar yang akan berpengaruh kurang baik
terhadap rofitabilitas perusahaan karena aktiv alancar secara umum menghasilkan
return yang lebih rendah dibandingkan dengan aset tetap.
QUICK RATIO
Rasio cepat mengukur kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban jengka pendek dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki
tanpa memenfaatkan persediaan.
Quick ratio = ((aset lancar-persediaan) / utang
lancar) x 100%
Tahun 2013 = 136,63
Tahun 2014 = 128,31
Tahun 2015 = 154,65
Interpretasi:
Quick ratio PT Adhi
Karya Persero Tbk tahun 2015 tercatat lebih besar dari tiga tahun-tahun
sebelumnya. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2015 PT Adhi Karya
dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya lebih baik darai tahun-tahun
sebelumnya. Dapat dilihat pada tahun 2015 aset lancar tercatat sebesar Rp 14,691,152,497,441, hasil tersebut dilihat mengalami peningkatan yang signifikan dari
tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2014 persediaan mengalami penurunan maka
menyebabkan naiknya rasio cepat. Sedangkan pada tahun 2013 total persediaan
lebih besar dari pada yang tercatat tahun 2014, hal ini menyebabkan turunnya
rasio cepat pada tahun 2014.
B. Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas
merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
jangka panjangnya. Perusahaan dikatakan solvable jika total aset > total
utang.
RASIO TOTAL UTANG
TERHADAP TOTAL ASET (DAR)
Rasio ini menghitung seberapa jauh dana
disediakan oleh kreditur. Rasio yang tinggi berarti perusahaan menggunakan
leverage keuangan yang tinggi akan meningkatkan ROE dengan cepat, tetapi jika
penjualan menurun, ROE akan menurun.
Rasio total utang terhadap total aset =
Tahun 2013 = 0,841
Tahun 2014 = 0,843
Tahun 2015 = 0,692
Interpretasi:
Rasio DAR pada PT Adhi Karya Persero Tbk tahun
2015 menghasilkan angka yang rendah dibandingkan dengan tahun 2013 dan 2014.
Sedangkan untuk tahun 2013 ke tahun 2014 mengalami kenaikan rasio DAR, hal ini
disebabkan oleh meingkatnya total utang.
RASIO TOTAL UTANG
TERHADAP TOTAL EKUITAS (DER)
Rasio ini digunakan untuk mengukur total utang
dalam struktur modal suatu perusahaan dalam kondisi utang jangka panjang
perusahaan.
Rasio total utang terhadap total ekuitas =
Tahun 2013 = 5,28
Tahun 2014 = 5,37
Tahun 2015 = 2,25
Interpretasi:
Rasio debt to equity (DER) diatas menggambarkan
kuatnya permodalnya PT Adhi Karya Persero Tbk, meskipun pada tahun 2015
perusahaan menghasilkan rasio DER yang kecil dibawah 50%, untuk tahun
sebelumnya mengalami kenaikan diatas 50%.
TIME INTEREST EARNED
(TIE)
Rasio ini menghitung besar laba sebelum bunga
dan pajak (EBIT) yang tersedia untuk menutup beban tetap bunga. Rasio yan
tinggi menunjukan situasi yang aman meskipun menunjukan rendahnnya penggunaan
utang pada tahun tersebut.
Time interest earned = EBIT / Bunga
Pada laporan laba rugi PT Adhi Karya Persero Tbk
tidak adanya pencatatan beban bungapada periode tersebut.
C. Rasio profitabilitas
Rasio ini mengukur
kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan pada tingkat penjualan, aset, dan
modal saham tertentu.
RETURN ON ASSET (ROA)
Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan
menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat aset tertentu.
ROA = Laba bersih / Total aset
Tahun 2013 = 0,042
Tahun 2014 = 0,032
Tahun 2015 = 0,028
Interpretasi:
Dalam perhitungan rasio ini, rasio yang tinggi
menunjukan efisiensi manajemen seta yang berarti efisiensi manajemen. Pada PT
Adhi Karya Persero Tbk dari tahun 2013 hingga tahun 2015 mengalami penurunan
tingkat rasio.
RETURN ON EQUITY (ROE)
Rasio ini mengukur
kemampuan perusahaan menghasilkan laba berdasarkan modal saham tertentu. Rasio
ini merupakan ukuran profitailitas dari sudut pandang pemegang saham.
ROE = Laba bersih / Modal saham
Tahun 2013 = 2,27
Tahun 2014 = 1,84
Tahun 2015 = 1,31
Interpretasi:
Raiso ini mengukur laba dari sudut pandang
pemegang saham dan tidak memperhitungkan deviden maupun capital gain untuk
pemegang saham. ROE dipengaruhi oleh ROA dan tingkat laverage keuangan
perusahaan. Rasio pada ROE ini mengalami penurunan dari tahun ke tahun dari
2013 hingga 2015.
Komentar
Posting Komentar